URBANISASI PENCARI KERJA PASCA LEBARAN IDUL FITRI

URBANISASI PENCARI KERJA PASCA LEBARAN IDUL FITRI

By | 2019-06-19T08:21:11+00:00 Juni 19th, 2019|Berita, Bidang Pentakerja|

Sudah menjadi menu biasa yang sering terjadi bagi kota-kota besar di indonesia pasca lebaran, yaitu persoalan urbanisasi. Proses urbanisasi biasanya terjadi membludak pasca hari raya idul fitri. Hal ini terjadi akibat pendatang lama yang mengajak saudara atau rekannya migrasi dari daerah pedesaan ke perkotaan.

Urbanisasi juga disebabkan oleh faktor penarik dan pendorong gemerlapnya kota modern yang dilengkapi sarana dan prasarana yang lebih lengkap menjadi faktor penarik atau pemikat bagi warga desa untuk hijrah ke kota. Disamping itu kesempatan kerja yang luas dengan tingkat penghasilan yang menjanjikan menjadi daya tarik lain bagi para imigran.

Disamping itu imigran juga disebabkan oleh faktor yang dapat mendorong mereka berimigrasi ke kota. Diantaranya daerah pedesaan tidak memiliki daya serap yang kuat untuk menyerap tenaga kerja, yang didukung dengan lahan pertanian yang menjadi andalan tumpuhan masyarakat pedesaan mengalami guremisasi. Pada akhirnya mereka kehilangan kesempatan kerja dan memutuskan untuk mengadu nasib ke kota.

Disisi lain, infrastruktur di daerah pedesaan kurang mendukung dibandingkan dengan infrastruktur di daerah perkotaan yang lebih representatif. Infrastruktur yang tidak layak dan kurang memadai, dapat menyebabkan sulitnya masyarakat untuk meningkatkan kualitas  hidupnya terutama dalam mancari mata pencaharian. Infrastruktur yang terbatas juga dapat menimbulkan biaya hidup masyarakat semakin tinggi.

Urbanisasi yang tidak terkontrol menjadi masalah terutama bagi pemerintah pusat atau pemerintah kota. Oleh karena itu Dinas Tenaga Kerja Kota Bengkulu dan Dinas Statistik Kota Bengkulu bekerjasama untuk menjaga agar kegiatan urbanisasi dapat berjalan aman tertib dan lancar. Dikarnakan disamping urbanisasi sering menimbulkan dampak negatif, namun di sisi lain memberikan nilai positif baik bagi pendatang maupun bagi pribumi. Urbanisasi dapat memberikan konstribusi bagi pembangunan daerah pedesaan, akibat dari meningkatnya pengetahuan bagi warga desa yang telah melakukan migrasi.

Selain itu, urbanisasi juga dapat mengimbangi antara msayarakat kota, serta adanya rasa saling pengetahuan antar warga yang dapat memecahkan persoalan-persoalan daerah terutama masalah pedesaan yang tertinggal. Daerah pedesaan sebetulnya memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Jika hal tersebut dilakukan akan berimplikasi pada meningkatnya pembangunan di daerah pedesaan dan dapat menekan ketimpangan pendapatan dan arus urbanisasi.

Sehingga masyarakat pedesaan kualitas kehidupannya akan meningkat, mulai dari pendapatan, pendidikan dan kesehatan. Sistem desentralisasi seharusnya dapat mendorong pertumbuhan pembangunan di daerah, karena hal itu merupakan tujuan dari sistem desentralisasi yang berakibat pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.